Kamis, 21 Februari 2013
Kurikulum yang digunakan SMA Tunas Nusantara adalah Kurikulum Nasional yang berlaku yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah yang kemudian disebut dengan Kurikulum Sekolah Menengah Tunas Nusantara.
Visi
Menjadi sekolah gratis unggulan, yang
berwawasan global, berbudaya nasional, berbasis teknologi informasi yang mampu
menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
YME, berketrampilan hidup, berbudi pekerti luhur dan berprestasi yang berguna
bagi agama, masyarakat, bangsa dan Negara.
Misi
a. Memberikan akses pendidikan yang
seluas-luasnya kepada anak-anak Indonesia sesuai usia sekolahnya untuk
menyongsong masa depannya.
b. Memberikan pendidikan dan pengajaran tidak
berbayar yang terbaik kepada siswa yang tidak mampu melanjutkan jenjang
pendidikan Sekolah Menengah Atas sesuai dengan tujuan pendidikan sekolah
menengah atas dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional
c. Memberikan pendidikan dan
pengajaran kepada siswa SMA Tunas Nusantara untuk menguasai ilmu pengetahuan
sebagai dasar untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan memiliki
ketrampilan dan jiwa kewirausahaan untuk menjawab tantangan di era global
kompetisi dunia kerja.
d. Menumbuhkan siswa SMA Tunas
Nusantara sebagai anak Indonesia yang memiliki imtaq, budi pekerti luhur, jiwa
kepemimpinan, mandiri, berwawasan kebangsaan, berketrampilan hidup, saling
menghargai dan menghormati serta hidup berkerukunan dalam kebhinekaan, baik
dalam lingkup lokal, nasional maupun internasional
e. Menumbuhkan jiwa sosial siswa
SMA Tunas Nusantara untuk memotivasi anak-anak putus sekolah melanjutkan
pendidikan guna meraih cita-cita dan menebarkan semangat saling membantu
anak-anak yang kurang mampu.
f. Menumbuhkan agen-agen
pendidikan berkelanjutan dengan melatih setiap peserta didik yang mampu berbagi
ilmu melalui mengajar dan atau mengajak anak-anak putus sekolah terus
mealnjutkan jenjang menengah atas.
Jumat, 12 Oktober 2012
A. Pengertian Pendidikan.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1989), pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik). Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (1), pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yang sudah sejak lama menyatakan bahwa pendidikan umumnya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak, selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan sebuah proses, bukan hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual semata atau hanya sebagai transfer pengetahuan dari satu orang ke orang lain saja, tapi juga sebagai proses transformasi nilai dan pembentukan karakter dalam segala aspeknya. Dengan kata lain, pendidikan juga ikut berperan dalam membangun peradaban dan membangun masa depan bangsa.
B. Pengertian Pendidikan Islam
DR. Yusuf Qaradhawi memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai pendidikan manusia seutuhnya; akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya; akhlak dan keterampilannya. Pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup, baik dalam perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya. Menurut DR. Mohammad Natsir, maksud ‘didikan’ di sini ialah satu pimpinan jasmani dan ruhani yang menuju kepada kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan sesungguhnya.
Selain itu, Prof. DR. Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Oleh karenanya, proses tersebut berupa bimbingan subjek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi dan lain sebagainya) dan raga objek didik dengan bahan-bahan materi tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran Islam. Islam yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad mengandung implikasi kependidikan yang bertujuan untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin. Wahyu Allah dan Tindakan Rasulullah tersebut dijadikan sumber pendidikan Islam. Di dalam makalah ini akan secara rinci membahas tentang:
A. Sumber-sumber Pendidikan Islam:
1. Al Qur’an
2. As Sunnah
B. Karakteristik Pendidikan Islam :
1. Pendidikan yang Tinggi (Sakral)
2. Pendidikan yang komprehensif dan integral
3. Pendidikan yang realistik
4. Pendidikan yang berkontinuitas
5. Pendidikan yang seimbang
6. Pendidikan yang tumbuh dan berkembang
7. Pendidikan yang Global / Internasional
Langganan:
Postingan
(Atom)
Kepala Sekolah
ARIF HANDONO,ST.
